Kamis, 09 Oktober 2014

Kualitas , Tujuan dan Konsep Manajemen yang digunakan untuk mengenali lawan bicara


Pertemuan Ketiga Mata Kuliah Perilaku Keorganisasian yang membahas bagaimana konsep-konsep manajamen yang di gunakan untuk mengenali lawan bicara kita .
Banyak orang mengartikan quality assurance dan quality control merupakan sebuah proses yang sama. Padahal terdapat perbedaan antara quality assurance dan quality control. Meskipun sama-sama bersumber dari kata “quality” yang berarti “kualitas”, namun tujuan dari kedua aktivitas ini berbeda. Menurut asumsi saya, awalnya quality assurance is part of quality control yang berarti quality assurance merupakan bagian dari quality control. Namun asumsi saya salah, ternyata terbalik bahwa quality control is a part of quality assurance. Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, perbedaan quality assurance dan quality control dapat ditinjau dari beberapa aspek seperti definisi, tujuan, fokus, bagaimana, apa dan aspek lainnya yang dapat saya rangkum pada penjelasan perbedaan quality assurance dan quality control sebagai berikut.
Perbedaan Quality Assurance dan Quality Control
Description: perbedaan-quality-assurance-dan-quality-control
Definisi
Quality Assurance (QA) adalah kumpulan aktivitas yang bertujuan untuk memastikan proses pengembangan suatu produk berjalan dengan baik, baik itu sebuah produk perangkat lunak maupun produk lainnya. Sedangkan Quality Control (QC) adalah kumpulan aktivitas yang bertujuan untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan atau dengan kata lain berfokus pada hasil produksi apakah sesuai dengan requirement atau spesifikasi awal yang ditetapkan. Dari kedua definisi tersebut dapat kita artikan bahwa QA memastikan proses pengembangan produk berjalan dengan baik sedangkan QC memastikan hasil produksi sesuai dengan spesifikasi awal produk.
Fokus
QA berfokus pada upaya pencegahan terjadinya kesalahan pada proses pengembangan produk sedangkan QC berfokus pada identifikasi atau koreksi hasil produksi.
Tujuan
Description: qulity-controlQA bertujuan untuk meningkatkan proses pengembangan dan testing agar tidak terjadi kesalahan selama produk dikembangkan, sedangkan QC bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan setelah produk dikembangkan sebelum produk di release ke luar organisasi atau perusahaan.
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.



POAC(Planning, Organizing, Actuating, and Controlling)

Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :
1.      Planning
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.


2.      Organizing
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.


3.      Actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

4.      Controlling
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.


Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.
Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
1.G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2.Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3.Horold dan Cyril ODonnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4.P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

2..Fase Pengambilan Keputusan
1.Aktivitas intelegensia ; Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.
2.Aktifitas desain ; Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan.
Aktifitas desain meliputi :
- menemukan cara-cara/metode
- mengembangkan metode
- menganalisa tindakan yang dilakukan.
3.Aktifitas pemilihan ; Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.
Dari tiga aktifutas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah :
a. Mengidentifikasi masalah utama
b. Menyusun alternatif
c. Menganalisis alternatif
d. Mengambil keputusan yang terbaik
3. Teknik Pengambilan Keputusan
1.Operational Research/Riset Operasi ; Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan.
2.Linier Programming ; Riset dengan rumus matematis. Teori Pengambilan Keputusan
3.Gaming War Game ; Teori penentuan strategi.
4.Probability ; Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.
4.Proses Pengambilan Keputusan
Menurut G. R. Terry :
1. Merumuskan problem yang dihadapi
2. Menganalisa problem tersebut
3. Menetapkan sejumlah alternatif
4. Mengevaluasi alternatif
5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
Menurut Peter Drucer :
a. Menetapkan masalah
b. Manganalisa masalah
c. Mengembangkan alternatif
d. Mengambil keputusan yang tepat
e. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif

Rabu, 08 Oktober 2014

Seorang Peminpin Dalam Mengambil Keputusan


Pertemuan kedua pada Perilaku Keorganisasian saya mendapat bagaimana seorang Pemimpin dalam  Pengambilan keputusan (decision making) dapat diartikan sebagai sebuah proses dimana anggota organisasi memilih mengambil tindakan tertentu sebagai respon terhadap peluang atau masalah yang dihadapi.
Peran seorang pemimpin dituntut untuk memiliki keterampilan,yaitu keterampilan teknis meliputi keterampilan dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, keterampilan manusiawi meliputi kemampuan kerjasama,memahami dan memotivasi orang lain dan kerampilan konseptual berkaitan dengan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
Analisis situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisis situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan strategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisis situasi terdiri dari analisis situasi internal dan analisis situasi eksternal.
  • Analisis situasi internal merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi.[2]. Jenis dari analisis situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), Internet, bdan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research).
  • Analisis situasi eksternal merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi.[2]. Jenis dari analisis situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi
ANALISIS PERSOALAN :
  • Penyimpangan dari standar.
  • Target tidak tercapai.
  • Rencana tidak  terlaksana.
  • Yang seharusnya  tidak sama dengan yang sebenarnya.
  • Proses mengidentifikasi, mengurai  suatu penyimpangan atau deviasi dan menemukan sebab terjadinya penyimpangan atau deviasi.
  • Tetapkan definisi persoalan.
  • Tetapkan dimensi persoalan  ( Apa, Dimana, Kapan, Bagaimana ).
  • Tentukan fakta, bukan fakta, perbedaan, perubahan  pada dimensi persoalan.
  • Inventarisir sebab yang mungkin.
  • Tetapkan sebab paling mungkin.
  • Lakukan verifikasi.



Keterampilan
Robert Katz (Robbins, 2003:5) mengidentifikasi adanya tiga macam keterampilan penting yang harus dimiliki manajer, yaitu technical skills (keterampilan teknis), human skills (keterampilan kemanusiaan), dan conceptual skills (keterampilan konseptual)
a. Technical Skills (Keterampilan Teknis) Technical skills merupakan kemampuan teknis untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan pengetahuan atau keahlian khusus.
b. Human Skills (Keterampilan Kemanusiaan) Human skills menunjukkan kemampuan bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain, baik secara individu maupun kelompok.
c. Conceptual Skills (Keterampilan Koseptual) Conceptual skills merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks serta merumuskan konsep.
d. Diagnostic Skills (Ketarampilan Mendiagnosis) Manajer sering diminta melakukan investigasi masalah dan mengimplementasikan perbaikan selama melakukan tindakan.

e. Political Skill (Keterampilan Politis) Political skill merupakan kemampuan untuk memperoleh kekuasaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Sementara itu, Griffin dan Ebert (1999:121) di samping mengemukakan perlunya techical skills, human relation skills, dan conceptual skills, menambahkan keterampilan lain yang perlu dimiliki manajer, yaitu decision-making skills dan time management skills.
f. Decision –Making Skills (Keterampilan Pengambilan Keputusan) Ketarampilan membuat keputusan merupakan keterampilan dalam mendefiniskan masalah dan menyeleksi cara untuk melakukan tindakan yang baik. Terdapat tiga langkah dasar yang dapat dilakukan untuk membuat keputusan, yaitu : (1) mendefinisikan masalah, mengumpulkan fakta, dan mengidentifikasi alternatif solusi, (2) mengevaluasi masing-masing alternatif dan memilih salah satu yang terbaik, (3) mengimplementasikan alternatif yang dipilih, secara periodik menindaklanjuti dan mengevaluasi efektivitas dari pilihan tersebut.

g. Time Manajement Skills ( Keterampilan Manajemen Waktu) Keterampilan mengelola waktu merupakan keterampilan yang berkaitan dengan penggunaan waktu secara produksi. Waktu sangat berharga, dan penggunaan waktu dengan tidak baik akan menyebabkan biaya dan memboroskan produktivitas.
Problem solving :
Sebelum kita mulai membahas tentang apa itu problem solving (pemecahan masalah), terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu masalah. Pada dasarnya, masalah adalah suatu situasi dimana seseorang dihadapkan pada suatu hal yang memerlukan suatu solusi dimana jalan menuju solusi tersebut tidak secara langsung diketahui. Dalam kehidupan sehari-hari, suatu masalah biasanya muncul dari segala sesuatu yang berasal dari masalah pribadi seperti cara terbaik untuk menyeberangi suatu jalan (biasanya terselesaikan tanpa menggunakan pemikiran yang dalam), sampai kepada permasalahan yang kompleks seperti bagaimana memasang sebuah sepeda baru. Tentunya, menyeberangi jalan tidak selalu menjadi masalah yang sederhana pada kondisi tertentu.
Dalam buku problem solving strategies for efficient and ellegant solutions, a resource for mathematics teacher, Alfred S. Posamentier dan Stephen Krulik memaparkan bahwa ada 10 strategi dalam pemecahan masalah. Pada dasarnya, hanya ada beberapa masalah saja yang dapat diselesaikan dengan hanya menggunakan satu strategi. Umumnya, kombinasi dari beberapa strategi seringkali digunakan untuk dapat menemukan solusi dari suatu masalah. Kesepuluh strategi tersebut adalah sebagai berikut:
1.  Working backwards
2.  Finding a pattern
3.  Adopting a different point of view
4.  Solving a simpler, analogous problem
5.  Considering extreme cases
6 . Making a drawing
7.  Intelligent guessing and testing
8.  Accounting for all possibilties
9.  Organizing data
10. Logical reasoning
Untuk mengetahui secara singkat bagaimana menggunakan strategi diatas, maka berikut satu soal yang pada umumnya orang akan menyelesaikannya dengan menggunakan metode trial and error yang memerlukan waktu yang lama. Namun, untuk merasakan pentingnya strategi diatas, maka kita akan menemukan solusi dari soal tersebut dengan menggunakan beberapa strategi diatas.

Sabtu, 13 September 2014

THE CHANGING WORLD



Hebat adalah proses hidup untuk menuju . Bahagia dan sukses adalah pilihan yang akan di tempuh pada akhir dari tujuan kita. Proses yang kita tempuh pun harus penuh komitmen meskipun jalan yang akan di hadapi nanti rumit , mudah  sulit menemukan jalan keluar.
Komitmen adalah janji yang Anda lakukan terhadap diri Anda. Komitmen menAndakan Anda serius terhadap hidup Anda atau apa yang ingin Anda capai. Komitmen juga berarti Anda siap untuk melakukan semua upaya yang dibutuhkan untuk mencapai impian Anda, tidak peduli apa pun yang Anda akan hadapi di depan. Bila Anda komitmen dan melakukan evaluasi dalam proses pencapian impian Anda, cepat atau lambat Anda akan sampai di surga impian Anda.
Kebanyakan orang tidak berani berkomitmen terhadap impian mereka karena takut ditolak dan gagal dalam proses mencapai impian mereka. Bila hal ini terjadi, sebaiknya Anda melihat kembali mengapa Anda ingin mencapai impian Anda. Untuk apa Anda harus mencapai impian tersebut. Bila ternyata tujuanya tidak tepat wajarlah Anda tidak bisa berkomitmen dengan diri Anda sendiri, tapi kalau memang impian Anda bermakna dan penting bagi Anda, maka Anda harus menguatkan diri Anda untuk mencapai impian Anda.
Waktu melacak kembali bagaimana budaya yang sekarang berkembang dalam sebuah budaya organisasi. Tujuannya adalah agar dalam perubahan budaya kita tidak membuat kesalahan yang sama di masa data.
Kebaikan Passion adalah satu hal atau kegiatan yang sangat Anda suka lakukan tanpa harus merasa lelah, diminta atau dipaksa untuk melakukanya. Anda melakukanya berdasarkan rasa suka dan kegiatan tersebut bisa memberikan kebahagiaan kepada Anda. Bila Anda sudah memiliki hal tersebut maka akan lebih memudahkan Anda untuk mencapai impian Anda yang lain.

3 hal yang selalu hadir dari proses yang akan di jalani nanti:
1.      Perubahan , perubahan perilaku seseorang karena tujuan tertentu atau ingin mendapatkan sesuatu yang bernilai baginya. Contoh nya hal yang saya alami pada saat di dalam dunia kerja yang saya jalani sekarang. Saya bekerja di Bank sebagai frontliner bagaimana pelayanan yang saya berikan kepada nasabah apakah memuaskan dan apakah terpenuhinya keinginan nasabah untuk memudahkan transaki yang nasabah harapkan. Dari sini saya belajar bagaimana  sikap dalam pelayanan dan  tata bahasa yang saya gunakan. Saya mengalami perubahan sedikit demi sedikit karena adanya standar layanan yang diterapkan. Dan apakah saya dapat mengikuti perubahan yang saya jalani sekarang. Setelah saya mejalani kurang lebih satu tahun saya mengalami perubahan dalam diri saya, seperti  semakin  sabar untuk menghadapi setiap masalah, ikhlas untuk menolong atau membantu yang membutuhkan bantuan saya, dan saya menjadi perhatian kepada orang yang disekeliling saya.

2.      Pilihan, mengapa saya memilih untuk mengikuti proses yang saya alami dalam pekerjaan saya. Memang di awal begitu sulit untuk saya menerima tternyata berbeda dari yanga saya harapkan. Namun saya bersyukur karena mendapatkan pekerjaan yang untuk proses masuknya begitu rumit hamper putus asa hanya Keyakinan , Kepercayan dan bersyukur  yang membuat saya harus tetap maju untuk Mencapai Tujuan saya.


3.      Prinsip, untuk menghadapi perjalan yang saya lalui saya tentu akan melahirkan resiko. Oleh karena itu, seberat apapun godaan ataupun ujian yang harus dihadapi kita harus konsisten. Ke-konsistenan diri kita di dalam mengikuti prinsip hidup yang benar akan melahirkan sebuah karakter. Yaitu karakter yang konsisten di dalam mengambil keputusan dan langkah hidup ini.

Talent kemampuan yang dibawa sejak lahir, dengan kata lain bersifat keturunan.
Attitude Konsep nilai bahwa bekerja adalah ibadah, menolong orang lain adalah kewajiban, bersikap baik dan tersenyum pada semua orang adalah sebuah keharusan akan menumbuhkan kinerja yang baik pada karyawan. Motivasi untuk selalu semangat bekerja, belajar dan meningkatkan kompetensi diri adalah sesuatu yang mahal dan tidak dipunyai oleh semua orang.
Skill, Keterampilan adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitasnya dalam mengerjakan, mengubah, menyelesaikan ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehngga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut
Knowledge, . Adanya mesin pencari di dunia maya yang semakin canggih, ilmu pengetahuan sangatlah mudah didapat, demikian pula dengan informasi lainnya dapat diakses dengan mudah.
Berbagai pengetahuan dan informasi dalam berbagai macam bentuk tersedia dimana-mana dan dapat diakses atau diperoleh dengan mudah melalui komputer atau telepon genggam atau dengan membeli buku. Semua itu akan menjadi bekal seseorang, menjadi pengetahuan dalam dirinya, tentunya jika dibaca dan tersimpan di memorinya.
1.      Be the First menjadi yang pertama itu harus ada kepercayaan diri yang penuh.
2.      Be the Best meningkatkan kualitas diri kita, sehingga kita bisa naik tingkat dan melebihi orang-orang yang lebih baik dari kita, dan pada akhirnya menjadi yang terbaik. Kualitas yang ada dalam diri kita biasanya dikenal dengan istilah kompetensi
3.      Be the Ikhlas, untuk menjalani semua yang terjadi pun harus ikhlas apapun yang terjadi jangan berkeluh kesa apa yang terjadi dan untuk selalu bersyukur.
Takut adalah yang mempunyai arti tidak mau mencoba apa yang akan mau di hadapi di depannya, tidak punya kemampuan untuk mencoba hal yang akan dihadapi, setelah  itu tidak punya pengalaman akan hal itu.
Bagaiman harus move on Konsep nilai bahwa bekerja adalah ibadah, menolong orang lain adalah kewajiban, bersikap baik dan tersenyum pada semua orang adalah sebuah keharusan akan menumbuhkan kinerja yang baik pada karyawan. Motivasi untuk selalu semangat bekerja, belajar dan meningkatkan kompetensi diri adalah sesuatu yang mahal dan tidak dipunyai oleh semua orang.dipunyai oleh semua orang.
TUJUAN Kita kecewa karena tidak ada tujuan yang lebih besar dalam hidup ini selain berusaha mempertahankan hidup dan kelangsung spesies sampai kecelakaan kosmik lai terjadi dan menaikkan tingkat hidup kita setingkat lebih tinggi. NAMUN, kita BUKANLAH hasil dari kecelakaan kosmik. Sains yang sejati menguatkan fakta bahwa evolusi makro (transformasi spesies yang satu ke spesies yang lain) adalah suatu lelucon belaka. Evolusi salah disebut sebagai “sains” ketika sebetulnya tidak dapat diulangi atau diamati tapi harus diterima melalui iman, sama seperti pencipta.
FLIGHT  Bagaimana penerbangan awal yang akan di mulai setelah ada nya tujuan. Persiapan yang matang saat penting selain itu tetap selalu untuk Berdoa dan Takut akan TUHAN.
DESTINATION Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misal seorang manajer mewmpelajari strategi bisnis mempunyai tujuan jangka pendeknya untuk tahu tentang apa-apa yang akan dilakukan dalam dunia bisnis, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk ahli dalam bisnis dan mungkin untuk opromosi ke jabatan yang lebih tinggi karena telah menguasai bidang tertentu.
SUKSES APA INGIN BAHAGIA
Pilihan yang saya pilih adalah saya memilih sukses, dengan kebahagian yang saya miliki saya yakin kesuksesan akan saya capai tentunya jangan lupa selalu untuk bersyukur. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.